Showing posts with label musik. Show all posts
Showing posts with label musik. Show all posts

Wednesday, February 25, 2015

Alat Musik Saluang Sumatera Barat

http://dedyyulfris.blog.com/files/2013/01/minangkabau-musical-instrument-saluang.jpgKira-kira musik apa yang paling anda sukai untuk menemani waktu santai dan istiraha anda? seiring perkembangan zaman, industri musik di setiap negara tumbuh dengan subur, jenis-jenis musikpun semakin dikenal dan memasyarakat, namun sebagai masyarakat yang tidak terlepas dari sejarah dan memiliki jati diri bangsa, sudah selayaknya kitapun tidak melupakan dan melestarikan musik dan alatnya yang merupakan hasil cipta dan karya bangsa sendiri. Sebab selain memiliki nilai budaya dan sejarah, alat musik tradisionalpun dapat menghasilkan musik yang menarik dan merdu seperti alat musik modern lainnya. Namun hal ini tidak disadari oleh banyak orang, sehingga alat musik dan musik hasil karya bangsa Indonesia semakin hari semakin terkikis. Dari sekian banyak alat musik tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia, Saluang adalah alat musik yang memiliki suara yang khas. Berbicara soal nama alat musik, nama Saluang Secara etomologis, diambil dari nama seruling panjang yang kerapkali menjadi alat musik pengiring dalam pertunjukan musik ini. Selain itu, Saluang memiliki sebuta atau istilah lain yaitu Saluangjo dan Dendang-saluang.
Asal Daerah 
Saluang merupakan salah satu alat musik tradisional yang khas, yaitu dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat.

Cara Memainkan dan Membuat 
Cara Membuat alat Musik Saluang 
Seperti jenis seruling pada umumnya, alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang (Schizostachyum brachycladum Kurz). Orang Minangkabau percaya bahwa bahan yang paling bagus untuk dibuat saluang berasal dari talang untuk jemuran kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai, namun dalam pembuatan alat musik ini lebih sederhana, yaitu :
Panjang : 40-60 cm dengan diameter 3 sampai 4 meter dan tebal kurang dari 1 mm, untuk lubangnya, kita cukup membuat 4 lubang saja, agar dapat menghasilkan nada yang bagus, lubang dibuat bulat sempurna dengan ukuran garis tengah 0.5 cm. Untuk bagian atas dan bawahnya dibiarkan berongga atau berlubang, bagian atas berfungsi untuk meniup dan bawah berfungsi unuk tempat keluarnya udara, hal ini merupakan salah satu yang membedakan pembuatan seruling biasa dan saluang, pada bagian atas atau tempat untuk meniupnya dibuat meruncing sekitar 45 derajat sesuai ketebala bambu atau talang tersebut. Masyarakat minang menyebut dengan istilah Suai. untuk membaut luabng, anda harus menghitung jarak 2/3 dari panjang keseluruhan saluang, yang dihitung dari bagian atas, disitulah lubang pertama dibuat, sedangkan untuk luabng kedua dan ketiga, dibuat dengan jarak yang sama dari lubang ke lubang dengan jarak setengah lingkaran rongga bambu.

Cara Memainkan Saluang 
Hal yang utama dalam memain kan saluang ini adalah cara meniup dan menarik nafas secara bersamaan, sehingga peniup saluang dapat memainkan alat musik itu dari awal dari akhir lagu tanpa putus (circular breathing). Teknik yang dinamakan manyisiahango kini dapat dikuasai dengan latihan yang berkesinambungan. Jangan lupa tiuplah dari bagian atas yang telah di runcingkan atau di suai agar nyaman dan mudah mengatur posisi mulut dengan posisi ujung saluang berada pada samping bibir. Selain itu, kekhasan dan keunikan alat musik ini terdapat pada gaya memainkan saluang yang berbeda-beda. Setiap daerah di Minangkabau memiliki cara tersendiri dalam hal meniup saluang. Tiap nagari di Minangkabau mengembangkan sendiri cara meniup saluang. Hal inilah yang menyebabkan keragaman gaya meniup dan memainkan saluang. Singgalang, Pariaman, Solok Salayo, Koto Tuo, Suayan dan Pauah adalah nama daerah sekaligus nama gaya dalam meniup saluang. Gaya Singgalang dianggap cukup sulit dimainkan oleh pemula, dan biasanya nada Singgalang ini dimainkan pada awal lagu. Ratok Solok dari daerah Solok menjadi gaya yang paling sedih di telinga.

      Dimanakah kita bisa mnikmati alunan musik ini? Perkawinan, batagak rumah, batagak pangulu, dan lain-lain merupakan acara yang biasa menyuguhkan permainan musik ini. Apabila kita ingin menikmati permainan saluang ini, hendaknya datang ke acara tersebut setelah salat Isya dan baru akan berakhir menjelang subuh. Dendangan para dara-dara cantik Minang bisa menjadi daya tarik tersendiri. Selain kelihaian para pemainnya, dendangan saluang sendiri berisikan pesan, sindiran, dan juga kritikan halus. Dendangan tersebut dapat mengembalikan ingatan si pendengar terhadap kampung halaman ataupun terhadap kehidupan yang sudah, sedang, dan akan dijalani.
      Berikut judul-judul lagu saluang yang banyak dikenal di masyarakat Minangkabau, antara lain: Ambun Pagi, Lubuak Sao, MuaroLabuah, Padang Magek, Ratokkoto Tuo, dan Ratok Solok

Sumber  : www.kebudayaanindonesia.net

Sejarah Bass Elektrik

Sejarah bass elektrik pertama dimulai saat Lloyd Loar mendesain double bass listrik pertama di tahun 1920 untuk Gibson.  Bass ini menggunakan pickup electro-static. Tapi sayangnya amplifikasi bass belum ada saat itu. Bass tersebut bernama Gibson Mando-Bass.
Tapi, evolusi dari bass  elektrik modern yang kita kenal sekarang terjadi ketika  Paulus Tutmarc membuat sebuah bass yang lebih praktis dalam hal ukuran. Yang pertama di buat dengan pickup dan seukuran cello. Tapi terlalu berat, sehingga Tutmarc merancang sebuah bass baru yang lebih kecil, berbentuk seperti gitar, menggunakan fret, dan dimainkan secara horizontal (tidak seperti double bass yang dimainkan vertikal).  Body bass ini panjangnya 42 inci terbuat dari kayu walnut hitam yang kokoh, dan dilengkapi dengan string piano dan pickup. Bass elektrik modern pertama ini mulai dijual di tahun 1935 dengan merk AudiovoxModel 736 Bass Fiddle dan hanya sekitar 100 buah yang diproduksi.
Kemudian di tahun 1936 Rickenbacker mulai memasarkan double bass elektrik yang diberi nama Bed-Post Bass, dan Paul Tutmarc memasarkan bass nya dengan merek Serenader di tahun 1939 namun kurang sukses.
Leo Fender yang mendirikan Fender Electric Instrument Manufacturing Company dan sukses dengan FenderTelecaster, mulai merancang sebuah bass elektrik dengan desain body mirip dengan Telecaster dan pickupHumbucking.  Bass ini dinamakan dengan �Precision Bass,� alias �P-Bass� pada tahun 1951. Bass ini disebut bass Presisi karena keakuratan not/nada-nya. Pemain mampu bermain not/nada  yang sempurna karena  adanya frets.  Bagi banyak orang, ini adalah bass listrik pertama.
Pada tahun 1957 pickguard dan headstocknya di redesign mirip seperti gitar Fender Stratocaster. dan pickup diubah menjadi split pickup. Dan P-Bass yang berbasis Telecaster dirubah namanya menjadi Telecaster Bass di tahun 1968.
Fender mengeluarkan Jazz Bass ditahun 1960 dengan tone yang lebih bright dan rich di midrange. Tidak seperti Precision, bass ini di bikin dengan dua pickup terpisah. Jazz Bass  ini kemudian menjadi sangat populer.
Bass elektrik pun terus menerus dikembangkan. Bass 5 string pertama Fender Bass V dibuat oleh Fenderdi tahun 1965 dengan tuning E-A-D-G-C, namun kurang berhasil di pasaran. Setelah Jimmy Johnson merancang  bass Alembic 5 senar dengan tuning B-E-A-D-G, barulah pemakaian bass 5-string menjadi terkenal.
Fodera 6-string bass
Pada tahun 1959  Danelectro mengeluarkan Bass 6 string  pertama dengan tuning seperti gitar. Namun nasibnya tidak bagus di pasaran. Anthony Jackson bersama Carl Thompson di tahun 1974 membuat Contrabass guitar (BEADGC). Kemudian Jackson dan Ken Smith  membawa desain ini ke pabrik Fodera  dan membuat Contrabass dengan ukuran yang lebih lebar. Inilah yang kemudian menjadi bass 6-string modern seperti sekarang kita kenal.
Bass fretless pertama diciptakan pada tahun 1965 olehAmpeg, dan pada tahun 1968 sebuah bass 8 string  diproduksi oleh Hagstroem.
Inovasi lain adalah Ned Steinberger memperkenalkan bass tanpa kepala pada tahun 1979. Pada tahun 1987, Guild Corporation Gitar meluncurkan bass fretless Ashbory. Bass ini menggunakan senar karet silikon dan pickup piezoelektrik untuk menghasilkan suara  �double bass�. Ukurannya sangat pendek, hanya 18 inci.
Selama bertahun-tahun, pickup juga ikut berevolusi. Selain pickup single coil, muncul juga beberapa jenis pickup lain seperti humbuckers, pickup hybrid, pickup pasif dan aktif. Penggunaan pickup aktif di bass dipelopori oleh Musicman Stingray di tahun 1976.
Teknik bermain bass elektrik modern pun berkembang pesat. Misalnya teknik slap and pop yang diciptakan oleh Larry Graham, kemudian dipopularkan oleh Louis Johnson. Penggunan plectrum (pick) dalam memetik senar untuk memberi tone yang tegas dan attack yang kuat. Teknik palm-muting untuk menciptakan kesan suara double bass. Two-handed tapping dan lain-lain.
Berikut timeline sejarah perkembangan bass dengan sumber utama dari Leo�s Bass Page (sudah ditutup):
  • 1490 : 6 & 7 string Bass Viola da Gamba from SilvestroGanassi � Venice, Italy
  • Late 1500's : First Double Bass from Gasparod�Salo � Italy
  • 1910 : Gibson builds for 20 years the Mando Bass (Acoustic Bass without amplification, 24? scale, 17 frets)
  • 1926 : First �Electric Upright� from Lloyd Loar
  • 1933 : Paul Tutmarc builds first amplified Bass guitar
  • 1935 :Audiovox Electric Bass Fiddle
  • 1936 :Rickenbacker Bedpost-Bass (something like a Electric Upright Bass)
  • 1939 :Serenader Bass from Paul Tutmarc
  • 1947 : Everett Hull builds a pick up for Double Basses (2 years later he founds AMPEG)
  • 1951 :Fender Precision Electric Bass from Leo Fender
  • 1952 : Kay Electric Bass
  • 1953 :Gibson EB-1 �Violin-Bass�, a short scale Bass (Gibson�s answer to the Precision)
  • 1953 :Hohner Fretless � Only 36 made it out before a fire destroyed the shop!
  • 1956 :Hofner�s 500/1 Bass (Beatles Bass)
  • 1957 : New Design for the Fender Precision
  • 1957 :Rickenbacker 4000 (THE Rickenbacker)
  • 1958 : EB-2 (Semi-Acoustic Bass)
  • 1959 : First 6 string Bass UB1 from Danelectro (Tuning: E A D G B E)
  • 1959 :Gibson EB-0 (First Les Paul Junior Styling, later SG like styling)
  • 1960 :Fender Jazz Bass
  • 1960 : Gibson EB-66 string Bass (Tuning: E A D G B E)
  • 1960 :Danelectro�s Longhorn Bass
  • 1962 :Fender VI (Tuning: E A D G B E)
  • 1962 : First active Bass BURNS TR2 built by English Guitar maker Jim Burns of London
  • 1963 :Gibson Thunderbird
  • 1964 :Fender V
  • 1965 : First fretless Bass Aubi from Ampeg
  • 1965 :Leo Fender sells his company to CBS
  • 1968 :Hagstroem 8 String Bass
  • 1969 : Dan Armstrong�s See-thru clear acrylic bass from Ampeg
  • 1970 :Alembic founded
  • 1975 :Carl Thompson builds Piccolo Bass for Stanley Clarke
  • 1976 :Music Man StingRay designed by Leo Fender
  • 1976 : Rocket Science meets Bass Guitars. Aerospace Engineer/Bass Player Geoff Gould of Modulus is inspired to develop the industry�s first Carbon Fiber necks.
  • 1977 :Rick Turner of Alembic, and Geoff Gould (above) present the first limited production (graphite neck) instruments at the National Association of Music Merchants convention.
  • 1978 :Hamer builds the first 12 string bass for Tom Petersson of Cheap Trick
  • 1978 :Carl Thompson builds the first 6 string fretless, later owned by Les Claypool
  • 1980 :Michael Tobias builds half-fretted bass (fretted to the 5th, then fretless) for Bob Greenlee
  • 1981 :Steinberger Bass and Status graphite bass were shown on Frankfurt Music Show
  • 1981 :Ken Smith builds the AJ6 � Anthony Jackson�s 6 string (B E A D G C)
  • 1983 :Ibanez MC 924 �half and half� (fretted to the 12th fret then fretless)
  • 1981?: Leo Fender starts G&L Guitars
  • 1987 : Guild Ashbory with 22? scale and Silicon strings
  • 1987 :Michael Tobias builds his first* custom 7 string bass for Garry Goodman
  • 1989 : Double neck Basses from Le Fay (Dutch site) and Jerry Jones
  • 1993? : Christopher Willcox, head of LightWave Systems, begins optical pickup development.
  • 1997? :Conklin builds first double neck 7 string bass
  • 1998 :Warrior guitars builds the worlds first 15 string bass, a triple 5-string tuned EeeAaaDddGggCcc, in a collaborative project with Jauqo III-X.
  • 2003 :Noguera YC Sub Bass � Designed and tuned one octave lower than normal (E � 20.6Hz)
  • 2004 : �Sub-Contra� Bass by Adler Guitar�s artist, Jauqo III-X (Tuned C#,F#,B, E � low to high)
  • 2004 : 11 String bass by Michael Adler. Uses the C#00 (17hz) string. First played and currently owned

Tuesday, February 17, 2015

BLACK COFFEE ICE ... REGGAE BAND FROM PALEMBANG, SOUTH SUMATERA

https://mblackcoffeeice.files.wordpress.com/2015/02/10450827_561859727283400_5248171908982986317_n.jpg 
Black Coffee Ice adalah Band Regaae yang berasal dari kota Palembang, band ini berdiri sejak 13 september 2010. Nama Black Coffee Ice terinspirasi dari kebiasaan mereka nongkrong pojok kantin kampus yang minuman wajibnya adalah kopi. Segelas kopi biasa dinikmati secara join, bahkan saat iseng mereka memasukkan bongkahan es batu kedalam kopi yang tinggal setengah gelas. Filosopi dari nama Black Coffee Ice adalah  Kopi hitam yang menghadirkan kehangatan, kebersamaan, pertemanan, serta rasa persaudaraan yang tinggi dan es yang mampu mendinginkan suasana saat keadaan sedang panas. Jadi Black coffee Ice adalah sebuah band yang diharapkan mampu mengendalikan situasi, memberikan kenyamanan, kehangatan, kebersamaan serta menjunjung rasa persaudaraan yang tinggi, baik diantara personilnya maupun dari pendengar musik mereka sendiri. Proses terbentuk nya band ini sangat panjang dan rumit, persis seperti serial sinetron yang ada di televisi (hehehe), di mulai dari pendaulatan personil hingga pengumpulan materi lagu serta bongkar pasang personil.
Di awal berdirinya band ini, ada tujuh orang personil yaitu Wala (Vokal), Raka (Guitar), Kapri Delvin (Guitar), Endi� (Bass),Beni (Keyboard), Aal (Perkusi) & Dadang (Drum). Pada awal berdirinya band ini, mereka hanya sekedar jadi band yang hanya ngumpul di kampus, studio dan jamming bareng temen-temen yang lain. Hal itu berlangsung hingga tahun 2012, hingga akhirnya diawal tahun 2012 mereka mendapatkan kesempatan untuk tampil di acara kampus. Pada saat itu sudah ada tambahan personil baru yaitu Senna yang mengisi di lead Guitar. Dalam penampilan perdana mereka di panggung besar inilah mulai membawa perubahan pada band ini. Mereka mulai mendapat tawaran untuk manggung diacara-acara yang ada dikota Palembang. Berbagai macam masalah pun sering mereka lalui, hingga bongkar pasang personilpun tak dapat dihindari untuk mempertahankan Band ini. Di tahun 2013 personil band ini sudah berubah Kecuali Wala, Raka, Endi & Beni. Posisi Gitar Lead telah diisi oleh Rian, Perkusi diisi oleh Alan dan Drum di mainkan oleh Heru. Posisi ini bertahan cukup lama, hingga akhirnya Heru sang drummer telah menyelesaikan kuliahnya dan harus pulang kampung karena suatu pekerjaan. Kegalauanpun terjadi bagi para personil Band ini, Akhirnya Alan sang pemain perkusi didaulat untuk menjadi Penggebuk drum, dan datanglah personil baru Destra Wiranata yang memainkan perkusi. Di pertengahan 2014, Beni yang memainkan Keyboard mengundurkan diri karena kesibukannya. Pencarian pemain Keyboard pun tak dapat dihindarkan, ditengah tingginya permintaan perform dari acara-acara yang ada. Mereka pun bertemu dengan Mas Eko yang basicnya merupakan Gitaris. Sampai akhir 2014 Posisi Personil Black Coffe Ice yaitu Wala (Vokal), Raka (Guitar), Rian (Guitar), Endi� (Bass), Eko (Keyboard), Alan (Drum) & Nata (Perkusi). Selama band ini mulai manggung di acara-acara yang ada, mereka selalu menyisihkan uang mereka untuk uang kas yang nantinya akan digunakan untuk modal masuk ke Studio Rekaman. Diakhir tahun 2014 mereka sepakat untuk mulai masuk ke studio rekaman. Bermodalkan uang yang didapat dari manggung di berbagai acara yang sebelumnya, materi lagu yang telah dikumpulkan oleh Raka yang merupakan Song Writer dari hampir keseluruhan lagu di band ini. Penggarapan musik sebenarnya telah dimulai dari awal tahun 2014, namun karena berbagai alasan, baru bisa mulai dikonsentrasikan di akhir tahun 2014. Pengggantian personil masih tak dapat dihindarkan karena di akhir tahun 2014 Mas Eko yang mengisi Keyboard pada band ini mengundurkan diri. Tak lama setelah itu Nata yang memainkan perkusi pun mengajukan diri untuk mundur dari barisan personil Black Coffee Ice. Ketika proses rekaman berlangsung, Mereka pun bertemu dengan Iwe sang Pemain Brass. Personil Black Coffe Ice yang terbaru Hingga saat ini yaitu Wala (Vokal), Raka (Guitar), Rian (Guitar), Endi� (Bass), Alan (Drum) & Iwe (Brass).

Thursday, July 17, 2014

KOLINTANG SEJARAH & PERKEMBANGANNYA

Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa (Sulawesi Utara) yang mempunyai bahan dasar yaitu kayu yang jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar).
 
 Kata Kolintang berasal dari bunyi : Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi) dan Tang (nada tengah). Dahulu Dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang: "Mari kita ber Tong Ting Tang" dengan ungkapan "Maimo Kumolintang" dan dari kebiasaan itulah muncul nama "KOLINTANG� untuk alat yang digunakan bermain.
 
Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk di tanah, dengan kedua kaki terbujur lurus kedepan. Dengan berjalannya waktu kedua kaki pemain diganti dengan dua batang pisang, atau kadang-kadang diganti dengan tali seperti arumba dari Jawa Barat. Sedangkan penggunaan peti sesonator dimulai sejak Pangeran Diponegoro berada di Minahasa (th.1830). Pada saat itu, konon peralatan gamelan dan gambang ikut dibawa oleh rombongannya.
 
Adapun pemakaian kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti dalam upacara-upacara ritual sehubungan dengan pemujaan arwah para leluhur. Itulah sebabnya dengan masuknya agama kristen di Minahasa, eksistensi kolintang demikian terdesak bahkan hampir menghilang sama sekali selama � 100th.
 
Sesudah Perang Dunia II, barulah kolintang muncul kembali yang dipelopori oleh Nelwan Katuuk (seorang yang menyusun nada kolintang menurut susunan nada musik universal). Pada mulanya hanya terdiri dari satu Melody dengan susunan nada diatonis, dengan jarak nada 2 oktaf, dan sebagai pengiring dipakai alat-alat "string" seperti gitar, ukulele dan stringbas.

 
Tahun 1954 kolintang sudah dibuat  2 � oktaf (masih diatonis). Pada tahun 1960 sudah mencapai 3 � oktaf dengan nada 1 kruis, naturel, dan 1 mol. Dasar nada masih terbatas pada tiga kunci (Naturel, 1 mol, dan 1 kruis) dengan jarak nada 4 � oktaf dari F s./d. C. Dan pengembangan musik kolintang tetap berlangsung baik kualitas alat, perluasan jarak nada, bentuk peti resonator (untuk memperbaiki suara), maupun penampilan.
 
Saat ini  Kolintang yang dibuat sudah mencapai 6 (enam) oktaf dengan chromatisch penuh.

 
Peralatan & CARA MEMAINKAN
 
Setiap alat memiliki nama yang lazim dikenal. Nama atau istilah peralatan Musik kolintang selain menggunakan bahasa tersebut diatas juga memiliki nama dengan menggunakan bahasa Minahasa, dan untuk disebut lengkap alat alat tersebut berjumlah 9 buah. Tetapi untuk kalangan professional, cukup 6 buah alat sudah dapat memainkan secara lengkap. Kelengkapan alat tersebut sebagai berikut:
 

 
B   -        Bas           =                   Loway
 
C   -        Cello         =                   Cella
 
T    -        Tenor  1    =                   Karua
 
      -        Tenor 2     =                   Karua rua
 
A   -        Alto 1        =                   Uner
 
      -        Alto 2                 =          Uner rua
 
U   -        Ukulele/Alto 3 =            Katelu      
 
M   -        Melody 1  =                   Ina esa
 
      -        Melody 2  =                   Ina rua
 
      -        Melody 3 =                   Ina taweng
 
                                
 

 
MELODY
 
Fungsi pembawa lagu, dapat disamakan dengan melody gitar, biola, xylophone, atau vibraphone. Hanya saja dikarenakan suaranya kurang panjang, maka pada nada yang dinginkan; harus ditahan dengan cara menggetarkan pemukulnya( rall). Biasanya menggunakan dua pemukul, maka salah satu melody pokok yang lain kombinasinya sama dengan orang menyanyi duet atau trio (jika memakai tiga pemukul). Bila ada dua melody, maka dapat digunakan bersama agar suaranya lebih kuat. Dengan begitu dapat mengimbangi pengiring (terutama untuk Set Lengkap) atau bisa juga dimainkan dengan cara memukul nada yang sama tetapi dengan oktaf yang berbeda. Atau salah satu melody memainkan pokok lagu, yang satunya lagi improvisasi.
 

 
CELLO
 
Bersama melody dapat disamakan dengan piano, yaitu; tangan kanan pada piano diganti dengan melody, tangan kiki pada piano diganti dengan cello. Tangan kiri pada cello memegang pemukul no.1 berfungsi sebagai bas, sedangkan tangan kanan berfungsi pengiring (pemukul no.2 dan no.3). Maka dari itu alat ini sering disebut dengan Contra Bas. Jika dimainkan pada fungsi cello pada orkes keroncong, akan lebih mudah bila memakai dua pemukul saja. Sebab fungsi pemukul no.2 dan no.3 sudah ada pada tenor maupun alto.
 

 
TENOR I & ALTO I
 
Keenam buah pemukul dapat disamakan dengan enam senar gitar.
 

 
ALTO II & BANJO
 
Sebagai ukulele dan "cuk" pada orkes keroncong.
 

 
ALTO III (UKULELE)
 
Pada kolintang, alat ini sebagai �cimbal�, karena bernada tinggi. Maka pemukul alto III akan lebih baik jika tidak berkaret asal dimainkan dengan halus agar tidak menutupi suara melody (lihat petunjuk pemakaian bass dan melody contra).
 

 
TENOR II (GITAR)
 
Sama dengan tenor I, untuk memperkuat pengiring bernada rendah.
 

 
BASS
 
Alat ini berukuran paling besar dan menghasilkan suara yang paling rendah.
 

 

 
SUSUNAN ALAT
 
Lengkap (9 pemain) :
 
Melody                  -           Depan tengah
 
Bass                     -           Belakang kiri
 
Cello                     -           Belakang kanan
 
Alat yang lain tergantung lebar panggung (2 atau 3 baris) dengan memperhatikan fungsi alat (Tenor & Alto).
 
 
NADA NADA DASAR
 
Nada nada dalam alat kolintang sebagai berikut:
 

 
C   =    1    3    5          Cm     =       1    2    5
 
D   =    2    4    6          Dm     =       2    4    6
 
E   =    3    5    7          Em     =       3    5    7
 
F    =    4    6    1          Fm      =       4    5    1
 
G   =    5    7    2          Gm     =       5    6    2
 
A   =    6    1    3          Am     =       6    1    3
 
B   =    7    2    4          Bm     =       7    2    4
 

 
Sedangkan chord lain, yang merupakan pengembangan dari chord tersebut diatas, seperti C7         =          1      3    5    6, artinya nada do diturunkan 1 nada maka menjadi le . Sehingga saat membunyikan 3 bilah  dan terdengar unsur bunyi nada ke 7 dalam chord C, maka chord tersebut menjadi chord C7. Demikian pula dengan chord yang lain.
 

 
CARA Memegang pemukul/ stick kolintang
 

 
Memegang Pemukul Kolintang, memang tidak memiliki ketentuan yang baku, tergantung dari kebiasaan dan kenyamanan tangan terhadap stik. Tetapi umumnya memegang stick kolintang dilakukan dengan cara :
 
No. 1 Selalu di tangan kiri
 
No. 2 Di tangan kanan (antara ibu jari dengan telunjuk)
 
No. 3 Di tangan kanan (antara jari tengah dengan jari manis) � agar pemukul no.2 dapat digerakkan dengan bebas mendekat dan menjauh dari no.3, sesuai dengan accord yang diinginkan. Dan cara memukul dan disesuaikan dengan ketukan dan irama yang diinginkan, dan setiap alat memiliki, ciri tertentu sesuai fungsi didalam mengiringi suatu lagu. Pada alat Bass dan alat Melody umumnya hanya menggunakan 2 stick, sehingga lebih mudah dan nyaman pada tangan.
 
( Nomor nomor tersebut diatas telah tertera disetiap pangkal pemukul stick masing masing alat kolintang)
 

 
Teknik Dasar memainkan stick pada bilah kolintang sesuai alat dan jenis irama
 

 
Dari sekian banyak irama dan juga lagu yang ada, beberapa lagu sebagai panduan untuk memainkan alat musik kolintang disertakan dalam materi ini. Seperti:
 
  • Sarinande                 
  • Lapapaja                   
  • Halo halo Bandung
  • Besame Mucho
 
Lagu lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda baik chord dan irama. Lagu lagu tersebut telah dilengkapi dengan partitur serta chord/ accord untuk memudahkan memahami alat musik kolintang.
 

 
Demikian pula dengan teknik memukulkan stick pada bilah kolintang. Karena sesuai irama yang beraneka ragam, maka untuk menghasilkan irama tertentu maka teknik memukulkan stik pada tiap alat pun berbeda beda. Pada materi ini, diberikan teknik teknik dasar cara memukulkan stick pada kolintang. Untuk dapat memahami teknik, dibutuhkan pengetahuan akan harga dan jumlah ketukan dalam setiap bar nada. Dan berbekal pengetahuan dasar dasar bermain kolintang ini saja, ditambah dengan bakat individu, maka grup/ kelompok musik kolintang telah dapat memainkan berbagai jenis lagu dengan tingkat kesulitan yang variatif secara spontan.

Wolfgang Amadeus Mozart


 Wolfgang Amadeus Mozart yang bernama asli Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 � meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun) adalah seorang komponis. Ia dianggap sebagai salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah. Karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya adalah opera Don Giovanni dan Die Zauberfl�te. Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. Karya-karyanya diurutkan dalam katalog K�chel-Verzeichnis.

Masa Awal (1756-1772)

Mozart, yang dikenal memiliki kemampuan tala mutlak (mengenal nada dengan tepat tanpa bantuan alat), mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie ("Simfoni Anak-Anak"). Wolfgang adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara yang meninggal prematur. Hanya dia dan Maria Anna Mozart ("Nannerl") yang bertahan hidup sampai dewasa. Sewaktu berumur empat tahun, Mozart sudah mampu memainkan harpsichord dan melakukan improvisasi pada karya-karya musik pendahulunya. Dia bahkan menulis komposisinya yang pertama saat berumur lima tahun. Karya-karyanya antara lain adalah Violin Sonata, dan beberapa Minuet. Leopold mengumpulkan semua komposisi ini tanpa sepengetahuan anaknya. Demikian halnya dengan Nannerl, dia juga adalah pemain keyboard yang sangat handal. Leopold yang menemukan bakat kedua anaknya merasa �terpanggil� untuk memamerkan mereka ke seluruh Eropa.

Bermain piano di depan Raja Bayern

Mozart kemudian dibawa untuk bermain piano di depan raja Bayern di M�nchen. Pada bulan September 1762, Leopold mengambil cuti panjang dari jabatannya untuk mempromosikan anaknya kepada raja-raja. Mereka lalu berangkat ke Wina. Di sana Mozart bermain piano di depan Ratu Maria Theresia yang terpukau akan keahlian permainan Mozart dan Nannerl. Setelah konser ini, Mozart harus mengikuti konser yang cukup panjang selama tiga tahun yaitu Paris (1763, 1765) dan London (1764-1765). Di tempat-tempat tersebut, Mozart mengadakan konser di depan raja-raja dan juga diuji oleh mereka. Antara lain dengan mengimprovisasi tema-tema yang diberikan oleh penguji dengan mata yang ditutup selembar kain. Mozart disambut sebagai anak ajaib di segala tempat. Di London, dia juga bertemu dengan anak dari Johann Sebastian Bach, yaitu Johann Christian Bach yang sering dipanggil sebagai English Bach. Mozart memainkan piano sonata dalam empat tangan sembari duduk di pangkuan Bach.
Simfoni-simfoni dari Bach dan Carl Friedrich Abel memengaruhi simfoni-simfoni Mozart yang pertama (K.16 & K.19), yang pada tahun 1764 & 1765. Pada 1767, Mozart menggubah beberapa piano sonata dari komponis-komonis lain dan membuatnya menjadi empat buah piano Concerto pertamanya (K.37, K.39, K.40, K.41). Pada tahun 1768, atas permintaan Kaisar Wina, Mozart menggubah Opera buffa (komik opera), La Finta Semplice (namun tak terpentaskan) dan operetta Bastien und Bastienne.

Perjalanan ke Italia

Pada tahun 1769, Mozart mengadakan perjalanan ke Italia. Hasil perjalanan ini cukup baik, Mozart sangat produktif dalam penciptaan komposisi. Dia menggubah opera Mitridati, r� di Ponto (1770) dan Lucia Silla (1772) dan keduanya mendapat sukses besar dalam pertunjukannya di Milano. Mozart juga mencipatakan banyak simfoni selama perjalanan ini, dan dipengaruhi para komponis-komponis italia seperti Sammartini. Di Bologna, Mozart juga mempelajari Kontrapung pada guru komposisi yang paling terkenal pada masa itu, Padre Martini.

Masa Salzburg (1773-1780)

Sebelum kembali dari Italia, Mozart tinggal bersama ayahnya selama sepuluh minggu di Wina, Leopold tidak ingin Mozart kembali dan bekerja menjadi �tukang� musik yang tak terlalu dihargai di Salzburg. Leopold berusaha mendapatkan jabatan untuk anaknya di Wina, namun tak berhasil. Sebenarnya, perbuatan Leopold memamerkan anak-anaknya ke seluruh Eropa tak terlalu disukai oleh Kaisar Austria.

Maestro kapel Uskup Agung Salzburg

Di Wina, Mozart mendengar karya-karya Joseph Haydn yang terbaru dan dia juga berteman dengan Michael Haydn (1737-1806), adik dari Joseph Haydn. Salah satu karya yang penting pada pada masa ini adalah K.183, Simfoni No. 25 in G Minor (1773) dan K. 201, Simfoni in A Major (1774). Pada saat yang sama di Salzburg, Uskup Segismundo meninggal dunia dan digantikan oleh Hieronymous von Colloredo yang otoriter dan enerjik. Sekembalinya dari Italia, Mozart menjabat sebagai Maestro kapel di Salzburg.
Uskup Colloredo yang tak terlalu berminat pada musik, membuat Mozart merasa kesal terutama karena sikapnya yang sering meremehkan Mozart. Untuk melupakan rasa ketidaksukaannya pada Colloredo, Mozart menjadi cukup rajin bekerja, dia mengerahkan kemampuannya untuk penciptaan berbagai komposisi. Pada ulang tahunnya yang ke-21, jumlah komposisinya sudah mencapai tiga ratus buah. Pada tahun 1777 Mozart mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Maestro dan dia memulai kariernya sebagai musisi freelance di Wina. Karya-karya pentingnya dari 1775-1777 termasuk sonata-sonata piano yang pertama, lima Violin Concerto, dan beberapa Piano Concerto, opera La jardinera gingida termasuk karya agungnya yang pertama K.271 dalam Eb Major.

Perjalanan panjang ke Paris

Mozart sekeluarga berencana untuk pergi dan berkarier di Paris. Namun Leopold yang masih terikat kontrak kerja dengan Kapel Uskup Agung Salzburg tak dapat pergi sehingga Mozart pergi ditemani ibunya. Mereka berangkat pada bulan September 1777, dan perjalanannya memakan waktu 16 bulan. Sebelum sampai di Paris, mereka singgah dan menetap selama beberapa waktu di M�nchen dan Mannheim. Di Mannheim, Mozart berteman dengan komponis Cannabich dan Holzbauer. Ia mencoba mendapatkan jabatan di sana melalui Pangeran Mannheim namun tak berhasil. Alasan utama Mozart menetap lebih lama di Mannheim adalah karena dia bertemu dan jatuh cinta kepada Aloysia Weber, seorang penyanyi sopran berusia 16 tahun. Leopold yang mengetahui hal ini menulis surat yang mengatakan bahwa Mozart harus memutuskan pilihannya sendiri, apakah dia mau hanya menjadi �artis jalanan yang akan dilupakan orang seiring berjalannya waktu atau menjadi seorang musisi yang terkenal, dicintai dan ditulis di berbagai buku�.
Mozart juga menemukan komposisi 6 duetti a Clavicembalo e Violino dari Joseph Schuster dan mengirimnya ke Nannerl. Dia menulis surat ke ayahnya �Jika aku tinggal di sini, aku juga akan membuat enam buah dalam gaya yang sama karena mereka cukup laku di sini�
Walau kecewa (dan juga karena cintanya ditolak Aloysia), Mozart meneruskan perjalananya ke Paris. Di Paris, Mozart mulai bekerja dengan memberi les-les privat, dan menciptakan lagu-lagu yang sesuai dengan selera orang Perancis. Mozart mendapat kesempatan untuk mementaskan karyanya oleh Concert Spirituel. Salah satu karya yang paling penting adalah K.297, Simfoni No. 31 �Paris�. Namun, setelah pementasan ini, tak lama ibu Mozart jatuh sakit karena demam tinggi dan meninggal pada 3 Juli 1778. Teman Mozart di Paris, seorang bangsawan bernama Grimm menuliskan surat pada Leopold bahwa tak ada masa depan bagi Mozart di Paris terutama karena adanya kontroversi antara para pendukung Gluck dan pendukung opera Italia sehingga Mozart tak diperhatikan.
Leopold kemudian berhasil mendapatkan jabatan organis di Istana Salzburg dengan gaji yang lebih tinggi daripada jabatan sebelumnya. Sebelum berangkat dari Paris, Mozart bertemu kembali dengan J.C. Bach yang sedang mementaskan Opera. Karya-karya penting selain simfoni �Paris� adalah beberapa Violin Sonata termasuk K.304 Violin Sonata in E Minor, K. 299, Concerto for Flute and Harp in C Major, dan K.310, Sonata in A Minor, salah satu sonata Mozart yang memiliki suasana yang kelam karena ini diciptakan Mozart untuk ibunya yang meninggal.

Kepulangannya ke Salzburg

Mozart pulang melalui Mannheim namun orkestra Mannheim yang terkenal telah pindah ke M�nchen. Mozart lalu pergi ke M�nchen dan tinggal selama beberapa waktu dengan keluarga Weber. Di sini, Mozart mengalami patah hati karena Aloysia mendapatkan jabatan sebagai soprano dan tak mengacuhkan keberadaan Mozart.
Leopold menjadi kesal atas penundaan Mozart dan sikapnya yang kurang bertanggung jawab akan suatu jabatan penting. Dia khawatir kalau-kalau jabatan organis itu diberikan orang lain.
Mozart pulang
ke Salzburg dan dia langsung mendapat jabatan sebagai organis di sana. Tugasnya antara lain bermain organ di katedral, istana, dan kapel istana, menggubah lagu pesanan, dan mengajar paduan suara anak-anak.
Tahun 1779 dan 1780 berlangsung tanpa banyak peristiwa. Karya-karya pentingnya pada masa ini termasuk K. 364, Sinfonia Concertante in Eb, Simfoni no. 32-34, beberapa Concerto, serenade, divertimento, musik gerejawi yang termasuk K. 317, Missa Coronation dan K. 339, Vesparae.

Masa M�nchen (1781-1784)

Mozart, walau mendapat jabatan penting sebagai organis masih tidak bisa akur dengan Colloredo. Pada musim panas 1780, Mozart mendapat pesanan opera Idomeneo. Mozart melihat kesempatan ini sebagai kemungkinan melepaskan diri dari Colloredo secara perlahan-lahan.
Pertunjukkan Idomeneo berlangsung sukses dan disambut hangat oleh publik. Keluarga Mozart kemudian pergi ke Ausburg untuk menghadiri perayaan karnaval dan pesta tradisional di kota tersebut. Namun tak disangka, Colloredo ternyata juga hadir dalam pesta itu. Dia memaksa Mozart untuk pergi ke Wina bersama rombongannya dan menghadiri penobatan Kaisar Joseph II.
Di Wina Mozart diperlakukan secara tidak hormat sampai-sampai berujung ke pertengkarannya dengan Colloredo. Pada 9 Mei 1781, Mozart bertengkar hebat dengan Colloredo dan meminta dirinya diberhentikan, namun ditolak. Satu bulan kemudian, Mozart dipecat secara tidak hormat. Ia pindah rumah ke keluarga Weber di Wina. Ia tidak kembali ke Salzburg.
Aloysia Weber sudah menikah dengan seorang aktor, namun Mozart terpikat oleh Constanze Weber, anak ketiga keluarga Weber. Ayahnya sama sekali tak menyetujui hubungan Mozart itu. Untuk meredakan ketegangan, Mozart pindah ke rumah sendiri pada September 1781. Pada 15 Desember 1781, Mozart mengakui hubungannya dengan Constanze. Leopold tetap tidak merestui hubungan tersebut.
Sebenarnya, Mozart tidak dapat melepaskan diri karena ibu Konstanze mengancam apabila hubungan mereka putus, Mozart harus mengganti uang kompensasi yang telah banyak dikeluarkan.

Pernikahan Mozart

Pada 4 Agustus 1782 Mozart menikahi Constanze di katedral St. Stefanus. Keesokan harinya, Mozart mendapat surat dari Leopold yang isinya merestui hubungan mereka walau surat tersebut bernada dingin. Pernikahan Mozart cukup bahagia walau mereka cukup banyak menghadapi tantangan hidup. Mozart selalu mengalami krisis uang namun dia tak pernah hidup dalam kemiskinan, dan dari enam anaknya, hanya dua yang hidup.
Mozart mencari nafkah dengan mengajar tiga atau empat murid yang kaya dan memainkan konsert-konsert di rumah bangsawan di Wina. Pada Desember 1781, Mozart tampil di Istana Kaisar dalam suatu pelombaan informal dengan Muzio Clementi. Mereka berdua membuat improvisasi secara individual dan bersama-sama memainkan sonata. Meskipun Mozart dianggap menang dalam lomba tersebut, tapi harapannya untuk mendapatkan jabatan di istana tak terpenuhi.
Pada 16 Juli 1782, Mozart menggelar opera Die entfuhrung aus dem Serail. Opera ini mendapatkan sambutan meriah dari publik. Kaisar Joseph II mengatakan pada Mozart bahwa opera tesebut memiliki �nada yang banyak sekali� dan Mozart menjawab �jumlah nada yang tepat secara persis, Baginda�. Bahkan Gluck meminta pertunjukan opera tersebut diulang.
Pada tahun yang sama, ia sering bermain secara rutin di rumah Pangeran Gottfried von Swieten. Swieten yang tertarik dengan musik Barok ternyata memengaruhi Mozart dalam pembuatan komposisi. Mozart mengembangkan gaya kontrapung dalam musiknya.
Pada tahun 1784, Mozart bergabung menjadi anggota Freemason, suatu serikat yang mendukung ide persaudaraan di bawah Tuhan. Berkat serikat inilah Mozart dapat meminjam uang pada saat ia perlu.

Masa terakhir (1784-1791)

Puncak karier Mozart terdapat di masa 1784-1786. Mozart sangat rajin menggubah. Dia membuat duabelas Concerto dan dianggap para musikolog sebagai karyanya yang paling penting. Walau Kaisar Joseph II ikut mendengar konser Mozart, hal itu sama sekali tak membantu keuangannya. Mozart diberi jabatan sebagai pemusik istana dengan gaji yang tak terlalu besar.

Pementasan di Praha

Le Nozze di Figaro ("Pernikahan Figaro") dipentaskan pertama kali di Wina pada tahun 1786 dan meraih sukses sehingga Mozart membawanya ke Praha (ibukota Ceko) dengan kesuksesan lebih besar lagi.
Mozart menggubah beberapa karya lagi antara lain K. 505, Simfoni No. 38 in D Major �Prague�. Berkat kesuksean Le Nozze di Figaro, Mozart bersemangat untuk membuat opera baru antara lain Don Giovanni, sebuah komik opera. Mozart untuk pertama kali memakai trombon pada operanya, hal inilah yang mengakibatkan munculnya efek yang cukup dramatis. Pada tahun 1787, Leopold meninggal dunia dan cukup memengaruhi karya Mozart

Simfoni-simfoni terakhir Mozart

Simfoni-simfoni terakhir Mozart, Simfoni No. 39, 40, dan 41 �Jupiter� tak diketahui secara pasti apakah mereka dipentaskan sebelum Mozart meninggal atau tidak. Pada musim semi tahun 1789, Mozart pergi ke Berlin tampil sebagai pianis di depan Pangeran Sachsen di Dresden, dia juga bermain organ di Thomaskirche di Leipzig. Dia juga memainkan konser privat di depan Friedrich Wilhelm II, di kunjungannya ke Potsdam dan Berlin. Wilhelm II memintanya membuat enam kuartet piano dan enam piano sonata yang sayangnya tak sempat terselesaikan oleh Mozart.

Kembali ke Wina dan akhir hayat Mozart

Kembali ke Wina, Mozart mementaskan operanya, Die Zauberflote ("Seruling Ajaib"). Opera ini sukses besar, libretto-nya ditulis oleh Emanuel Schikaneder (1751-1812). Setelah opera ini selesai, Mozart mendapat pesanan dari Pangeran Franz von Walsegg untuk membuat sebuah Requiem yang bermaksud menjadikan komposisi tersebut sebagai karyanya untuk mengenang istrinya yang telah meninggal. Mozart tak sempat menyelesaikan karya besar ini lalu diteruskan oleh muridnya, Franz Xaver S�ssmayr. Menurut beberapa sumber, Mozart tak sanggup menyanyikan bagian Lacrimosa saat sedang memainkan lagu ini dengan teman-temannya. Dari musiknya yang kelam, Franz Beyer mengomentari, dalam album Requiem �Aku bisa mendengar suara Mozart, yang berbicara untuk kepentingannya sendiri, dengan keadaan yang mendesak, seperti anak kecil yang sakit dan melihat ibunya dengan penuh harapan dan ketakutan akan perpisahan�. Mozart juga mengalami takut akan kematian. Pada tanggal 5 Desember 1791, Mozart meninggal, jam satu pagi.
Sebab-musabab Mozart meninggal tak pernah tercatat dengan jelas. Para musikolog membuat beberapa dugaan kemungkinan kenapa kuburan Mozart tak diketahui letaknya.
  1. Mozart diracuni Salieri yang merupakan saingannya. Ada jurnal di Eropa yang mengatakan Salieri mengakuinya sebelum ia meninggal di tempat tidurnya (1825), walau ada cerita lain yang menentang hal ini.
  2. Pada pemakaman Mozart terdapat badai salju sehingga keluarganya tak bisa mengikuti pemakaman. Cerita ini dibantah oleh catatan cuaca Wina.
  3. Tubuh Mozart dipindahkan ke tempat lain karena keluarganya tak membayar ongkos penguburan.