Wednesday, February 8, 2017

Ingin Dapatkan Tubuh Ideal? Setop 5 Kebiasaan di Pagi Hari Ini

Anda tidak makan fast food dan makanan manis untuk waktu yang lama, Anda berolahraga secara teratur, dan melakukan segala cara untuk menurunkan berat badan, tapi nihil. Faktanya, tidak semua orang menyadari 'ritual pagi hari' mereka menentukan keberhasilan untuk mendapatkan tubuh impian.
Melansir dari Brightside dan Womenshealthmag, berikut lima kebiasaan di pagi hari yang harus Anda hentikan jika ingin mendapatkan tubuh ideal:
1. Anda tidur terlalu banyak
Dengan terlalu sedikit tidur, tubuh Anda lebih mungkin untuk menghasilkan hormon kortisol yang meningkatkan nafsu makan. Namun, tidur berlebihan ternyata tidak jauh lebih baik bagi tubuh.
Menurut studi baru-baru ini yang dilakukan oleh Plos One Journal, tidur lebih dari 10 jam dapat menyebabkan indeks massa tubuh yang lebih tinggi. Tidak mengherankan dokter merekomendasikan untuk tidur hanya 7-9 jam setiap harinya.
2. Anda tak menyukai cahaya matahari pagi
Bukalah tirai dan gorden segera setelah bangun. Salah satu studi dalam Plos One Journal menemukan bahwa gelombang biru pada cahaya matahari pagi dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Bahkan 20-30 menit terpapar cahaya matahari pagi sudah cukup memengaruhi indeks massa tubuh.
3. Anda lupa untuk menimbang berat badan
Para peneliti dari Universitas Cornell membuktikan bahwa menimbang badan setiap hari adalah teknik sukses untuk mendorong penurunan berat badan. Waktu terbaik untuk menimbang di pagi hari sebelum makan atau minum apapun. Hal ini dikarenakan Anda telah menurunkan berat air di dalam tubuh semalam, Anda akan mendapatkan angka yang paling akurat.
4. Anda makan terlalu sedikit untuk sarapan
Para peneliti dari Universitas Tel Aviv berpendapat bahwa Anda harus memanjakan diri dengan makanan yang lezat pagi hari. Bahkan, sarapan seimbang yang mengandung 600 kalori dari protein, karbohidrat, dan beberapa makanan penutupp akan membuat Anda lebih mudah mengikuti rencana diet harian.
Kekurangan asupan saat sarapan hanya akan membuat Anda makan lebih banyak saat makan siang dan makan malam. Hal ini tentu tidak baik untuk program penurunan berat badan yang sedang Anda lakukan.
5. Anda tidak merapikan tempat tidur
Ini mungkin terdengar aneh. Namun sebuah studi oleh US National Sleep Foundation mengungkapkan bahwa orang yang merapikan dan mengatur tempat tidur mereka ketika bangun, perasaan mereka lebih baik. Selain itu, tidur yang sehat adalah cara optimal menuju berat badan yang ideal.

Monday, February 1, 2016

Macam macam kopi di indonesia

Kopi menjadi semakin menjadi populer sejak kasus meninggalnya seseorang setelah menenggak secangkir kopi di sebuah kedai kopi di Jakarta. Hingga saat ini kasusnya masih menjadi hot news di banyak liputan media. Pada umumnya kita ketahui jenis kopi diantaranya kopi putih atau white kopi dan kopi hitam dengan biji kopi robusta, arabica dan lain-lain.

Meskipun di dunia banyak negara-negara penghasil kopi yang sudah tersohor, namun kopi-kopi berikut patut untuk dicoba dan merupakan kebanggaan kita sebagai orang Indonesia yang mempunyai banyak kekayaan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.
1. Kopi Luwak
Kopi Luwak adalah seduhan kopi dari biji kopi yang bersama sisa kotoran luwak atau musang kelapa. Biji kopi luwak diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak, selain itu aromanya juga sangat harum dan memanggil-manggil anda untuk segera menyeruputnya. Kepopuleran kopi luwak ini di kawasan Asia Tenggara telah lama dikenal dan baru sejak tahun1980an menjadi mendunia sebagai kopi termahal didunia yang harganya bisa mencapai USD100 per 450 gram. Dengan semakin berkembanganya kebiasaan meminum kopi sebagai gaya hidup membuat kepopuleran kopi luwak semakin diminati. Salah satu brand kopi instan pun sudah mengemas kopi luwak dengan kemasan praktis sehingga mudah dibawa kemana-mana dan bisa dinikmati kapan saja.
2. Kopi Gayo
Kopi khas dari Daerah Istimewah Aceh ini merupakan salah satu komoditi unggulan di dataran tinggi Gayo. Cita rasa kopi Gayo yang asli terdapat pada aroma kopi yang harum dan rasa yang gurih hampir tidak berasa pahit di lidah, bahkan  kopi Gayo dapat melebihi cita rasa kopi Blue Mountain dari Jamaika.  Kopi Gayo ditanam di daerah dataran tinggi dengan cara organik tanpa bahan kimia sehingga kopi ini dikenal juga dengan kopi hijau atau ramah lingkungan dan disebut sebagai kopi organik terbaik dunia.
3. Kopi Kawa
Kopi Kawa adalah sejenis kopi dan merupakan minuman khas dari Sumatra Barat yang dibuat bukan dari biji kopi seperti kopi pada umumnya tetapi dari daun kopi. Kebiasaan minum kopi Kawa ini dimulai sejak zaman penjajahan Belanda dulu, dimana rakyat pribumi diwajibkan menanam kopi namun hasil panen biji kopi mereka dirampas semua dan yang tersisa hanya daun kopinya saja, jadilah minuman kopi Kawa ini dibuat dari daun kopi. Ada keunikan lain dari kopi ini selain dari bahan yaitu cara minumnya pun tidak menggunakan cangkir melainkan tempurung batok kelapa. Karena dibuat dari daun kopi, kopi Kawa tidak sepekat kopi dari biji kopi, teksturnya lebih seperti teh. Kadar kafeinnya pun lebih rendah sehingga tidak akan membuat anda insomnia setelah menyeruputnya.
4. Kopi Manggar
Kopi Manggar adalah kopi khas dari Belitung yang menjadi kebanggaan warga Belitung pastinya. Istilah kopi Manggar berkaitan dengan nama salah satu daerah di Belitung yang disebut kota 1001 warung kopi, sebab hampir ditiap sudut kota tersebar banyak warung kopi. Kopi Manggar sendiri berasal dari seduhan biji kopi robusta yang cenderung asam. Ada yang unik dari cara menyeduh kopi Manggar ini, jika biasanya kopi langsung diseduh dengan air panas, berbeda dengan kopi Manggar. Kopi ditaruh ke saringan dan diletakkan diatas ceret, lalu diseduh dengan air mendidih. Kopi hasil saringan lalu diaduk dan dipindahkan ke ceret yang berbeda lalu disaring sekali lagi dan siap dituang ke dalam gelas saji untuk dihidangkan. 
5. Kopi Joss
Kopi yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi, kopi khas dari Jogjakarta, kepopuleran kopi Joss tidak hanya menggema di Jogja namun seantero Nusantara. Kopi Joss sering disebut kopi arang, sebab yang disajikan panas dengan cita rasa kuat dan manis dimasuki arang panas di dalamnya, unik kan? Kopi Joss ini memiliki beberapa khasiat bagi tubuh diantaranya arang yang dimasukkan ke dalam kopi Joss mampu menetralisir asam lambung dan menjadi obat bagi masalah gas dan kembung. Beberapa peramu atau barista kopi Joss mengatakan bahwa kopi ini dapat membangkitkan stamina.

6. Kopi Ijo dan Cethe
Kopi Ijo ini berasal dari daerah penghasil marmer yaitu Tulungagung, Jawa Timur. Jika kopi biasanya berwarna hitam, tapi lain dengan kopi Ijo, sesuai namanya kopi ini berwarna hijau sebab konon katanya kopi dicampur dengan kacang hijau dan rempah-rempah khusus yang diramu dengan resep tertentu sehingga menghasilkan cita rasa kopi yang khas dan membudaya di kota Tulungagung.
Nah masih ada yang tidak ketinggalan dari Tulungagung berkaitan dengan kopinya, cethe namanya. Dahulu orang menyebutnya kopi gigit, tapi sekarang lebih dikenal dengan istilah cethe. Cethe itu merupakan ampas kopi yang biasanya mengendap di bagian bawah. Ampas kopi itu lalu dikeringkan lalu dituangi  susu kental manis seperlima sendok teh dan diaduk hingga rata, nah bagian uniknya  adalah adonan tadi dioleskan pada sebatang rokok so walla jadilah rokok cethe Tulungagung.
7. Kopi Osing, Banyuwangi
Kopi Osing tak lepas dari nama pecinta kopi sekaligus tester kopi internasional bernama Setiawan Subekti atau Iwan. Iwan sering diundang ke berbagai negara untuk berbagi ilmu atau menjadi juri beberapa kompetisi berkaitan dengan kopi. Iwan memiliki kebun kopi sendiri dan menanam jenis kopi Osing yang memilki cita rasa nikmat yang ditanam di lereng Gunung Ijen dan Raung. Keunikan rasa kopi Osing dihasilkan dari biji kopi pilihan yang berasal dari buah kopi yang berwarna merah saja dan di sangrai dengan tungku kayu bakar hingga matang, tidak boleh gosong serta aroma kopinya keluar. Jadi saat diseduh aroma dan kenikmatan kopi Osing sangat khas. Kopi Osing sudah cukup terkenal di mancanegara, bahkan jika anda berada di Eropa dan memesan Java Coffee, hampir dipastikan bahwa kopi itu berasal dari daerah sekitar Banyuwangi dan Bondowoso.
8. Kopi Kintamani
Dari nama kopinya saja pasti anda sudah bisa menebak asal kopi ini yap, kopi ini berasal dari Bali. Kopi Kintamani ditanam dengan cara organik di ketinggian 900 mdpl. Cita rasa kopi Kintamani ini khas, lembut dan manis dengan tingkat keasaman yang rendah, sehingga juga diminati konsumen mancanegara. Kopi Kintamani mendapat sertifikat Cirad dari Montrepellier, Perancis.
9. Kopi Toraja
Kopi Toraja adalah salah satu jenis kopi arabika yang memiliki kandungan asam rendah dan memiliki isi yang berat yang sudah terkenal hingga ke Jepang dan Amerika Serikat. Kelebihan kopi Toraja diantaranya memiliki rasa asam khas yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta, aroma yang dimiliki lebih harum dan terkesan soft, memiliki rasa kental saat diseruput, ada rasa lembut dan kopi Toraja terkenal mempunyai rasa pahit mantap, hmm.
10. Kopi Wamena
Yap kopi ini berasal dari tanah Papua ini sangat spesial, sebab kopi Wamena tumbuh di ketinggian 1500 mdpl dengan suhu 20 derajat celsius yang menjadikan kopi ini memiliki cita rasa ringan dan keharuman tajam yang nikmat. Karena letak geografis dan struktur tanah tempat kopi ini tumbuh membuat kopi Wamena memiliki tingkat keasaman yang rendah. Kopi Wamena ditanam dengan cara organik dan bebas dari bahan-bahan kimia yang bisa mempengaruhi hasil panen kopi. Satu lagi yang tak ketinggalan dari pesona kopi Wamena adalah minim ampas saat diseduh.

 sumber : http://log.viva.co.id/frame/read/aHR0cDovL3d3dy55b2VjaHVhLmNvbS8yMDE2LzAyLzEwLWtvcGktdW5pay1pbmRvbmVzaWEuaHRtbA==

Wednesday, February 25, 2015

Alat Musik Saluang Sumatera Barat

http://dedyyulfris.blog.com/files/2013/01/minangkabau-musical-instrument-saluang.jpgKira-kira musik apa yang paling anda sukai untuk menemani waktu santai dan istiraha anda? seiring perkembangan zaman, industri musik di setiap negara tumbuh dengan subur, jenis-jenis musikpun semakin dikenal dan memasyarakat, namun sebagai masyarakat yang tidak terlepas dari sejarah dan memiliki jati diri bangsa, sudah selayaknya kitapun tidak melupakan dan melestarikan musik dan alatnya yang merupakan hasil cipta dan karya bangsa sendiri. Sebab selain memiliki nilai budaya dan sejarah, alat musik tradisionalpun dapat menghasilkan musik yang menarik dan merdu seperti alat musik modern lainnya. Namun hal ini tidak disadari oleh banyak orang, sehingga alat musik dan musik hasil karya bangsa Indonesia semakin hari semakin terkikis. Dari sekian banyak alat musik tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia, Saluang adalah alat musik yang memiliki suara yang khas. Berbicara soal nama alat musik, nama Saluang Secara etomologis, diambil dari nama seruling panjang yang kerapkali menjadi alat musik pengiring dalam pertunjukan musik ini. Selain itu, Saluang memiliki sebuta atau istilah lain yaitu Saluangjo dan Dendang-saluang.
Asal Daerah 
Saluang merupakan salah satu alat musik tradisional yang khas, yaitu dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat.

Cara Memainkan dan Membuat 
Cara Membuat alat Musik Saluang 
Seperti jenis seruling pada umumnya, alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang (Schizostachyum brachycladum Kurz). Orang Minangkabau percaya bahwa bahan yang paling bagus untuk dibuat saluang berasal dari talang untuk jemuran kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai, namun dalam pembuatan alat musik ini lebih sederhana, yaitu :
Panjang : 40-60 cm dengan diameter 3 sampai 4 meter dan tebal kurang dari 1 mm, untuk lubangnya, kita cukup membuat 4 lubang saja, agar dapat menghasilkan nada yang bagus, lubang dibuat bulat sempurna dengan ukuran garis tengah 0.5 cm. Untuk bagian atas dan bawahnya dibiarkan berongga atau berlubang, bagian atas berfungsi untuk meniup dan bawah berfungsi unuk tempat keluarnya udara, hal ini merupakan salah satu yang membedakan pembuatan seruling biasa dan saluang, pada bagian atas atau tempat untuk meniupnya dibuat meruncing sekitar 45 derajat sesuai ketebala bambu atau talang tersebut. Masyarakat minang menyebut dengan istilah Suai. untuk membaut luabng, anda harus menghitung jarak 2/3 dari panjang keseluruhan saluang, yang dihitung dari bagian atas, disitulah lubang pertama dibuat, sedangkan untuk luabng kedua dan ketiga, dibuat dengan jarak yang sama dari lubang ke lubang dengan jarak setengah lingkaran rongga bambu.

Cara Memainkan Saluang 
Hal yang utama dalam memain kan saluang ini adalah cara meniup dan menarik nafas secara bersamaan, sehingga peniup saluang dapat memainkan alat musik itu dari awal dari akhir lagu tanpa putus (circular breathing). Teknik yang dinamakan manyisiahango kini dapat dikuasai dengan latihan yang berkesinambungan. Jangan lupa tiuplah dari bagian atas yang telah di runcingkan atau di suai agar nyaman dan mudah mengatur posisi mulut dengan posisi ujung saluang berada pada samping bibir. Selain itu, kekhasan dan keunikan alat musik ini terdapat pada gaya memainkan saluang yang berbeda-beda. Setiap daerah di Minangkabau memiliki cara tersendiri dalam hal meniup saluang. Tiap nagari di Minangkabau mengembangkan sendiri cara meniup saluang. Hal inilah yang menyebabkan keragaman gaya meniup dan memainkan saluang. Singgalang, Pariaman, Solok Salayo, Koto Tuo, Suayan dan Pauah adalah nama daerah sekaligus nama gaya dalam meniup saluang. Gaya Singgalang dianggap cukup sulit dimainkan oleh pemula, dan biasanya nada Singgalang ini dimainkan pada awal lagu. Ratok Solok dari daerah Solok menjadi gaya yang paling sedih di telinga.

      Dimanakah kita bisa mnikmati alunan musik ini? Perkawinan, batagak rumah, batagak pangulu, dan lain-lain merupakan acara yang biasa menyuguhkan permainan musik ini. Apabila kita ingin menikmati permainan saluang ini, hendaknya datang ke acara tersebut setelah salat Isya dan baru akan berakhir menjelang subuh. Dendangan para dara-dara cantik Minang bisa menjadi daya tarik tersendiri. Selain kelihaian para pemainnya, dendangan saluang sendiri berisikan pesan, sindiran, dan juga kritikan halus. Dendangan tersebut dapat mengembalikan ingatan si pendengar terhadap kampung halaman ataupun terhadap kehidupan yang sudah, sedang, dan akan dijalani.
      Berikut judul-judul lagu saluang yang banyak dikenal di masyarakat Minangkabau, antara lain: Ambun Pagi, Lubuak Sao, MuaroLabuah, Padang Magek, Ratokkoto Tuo, dan Ratok Solok

Sumber  : www.kebudayaanindonesia.net

Sejarah Bass Elektrik

Sejarah bass elektrik pertama dimulai saat Lloyd Loar mendesain double bass listrik pertama di tahun 1920 untuk Gibson.  Bass ini menggunakan pickup electro-static. Tapi sayangnya amplifikasi bass belum ada saat itu. Bass tersebut bernama Gibson Mando-Bass.
Tapi, evolusi dari bass  elektrik modern yang kita kenal sekarang terjadi ketika  Paulus Tutmarc membuat sebuah bass yang lebih praktis dalam hal ukuran. Yang pertama di buat dengan pickup dan seukuran cello. Tapi terlalu berat, sehingga Tutmarc merancang sebuah bass baru yang lebih kecil, berbentuk seperti gitar, menggunakan fret, dan dimainkan secara horizontal (tidak seperti double bass yang dimainkan vertikal).  Body bass ini panjangnya 42 inci terbuat dari kayu walnut hitam yang kokoh, dan dilengkapi dengan string piano dan pickup. Bass elektrik modern pertama ini mulai dijual di tahun 1935 dengan merk AudiovoxModel 736 Bass Fiddle dan hanya sekitar 100 buah yang diproduksi.
Kemudian di tahun 1936 Rickenbacker mulai memasarkan double bass elektrik yang diberi nama Bed-Post Bass, dan Paul Tutmarc memasarkan bass nya dengan merek Serenader di tahun 1939 namun kurang sukses.
Leo Fender yang mendirikan Fender Electric Instrument Manufacturing Company dan sukses dengan FenderTelecaster, mulai merancang sebuah bass elektrik dengan desain body mirip dengan Telecaster dan pickupHumbucking.  Bass ini dinamakan dengan �Precision Bass,� alias �P-Bass� pada tahun 1951. Bass ini disebut bass Presisi karena keakuratan not/nada-nya. Pemain mampu bermain not/nada  yang sempurna karena  adanya frets.  Bagi banyak orang, ini adalah bass listrik pertama.
Pada tahun 1957 pickguard dan headstocknya di redesign mirip seperti gitar Fender Stratocaster. dan pickup diubah menjadi split pickup. Dan P-Bass yang berbasis Telecaster dirubah namanya menjadi Telecaster Bass di tahun 1968.
Fender mengeluarkan Jazz Bass ditahun 1960 dengan tone yang lebih bright dan rich di midrange. Tidak seperti Precision, bass ini di bikin dengan dua pickup terpisah. Jazz Bass  ini kemudian menjadi sangat populer.
Bass elektrik pun terus menerus dikembangkan. Bass 5 string pertama Fender Bass V dibuat oleh Fenderdi tahun 1965 dengan tuning E-A-D-G-C, namun kurang berhasil di pasaran. Setelah Jimmy Johnson merancang  bass Alembic 5 senar dengan tuning B-E-A-D-G, barulah pemakaian bass 5-string menjadi terkenal.
Fodera 6-string bass
Pada tahun 1959  Danelectro mengeluarkan Bass 6 string  pertama dengan tuning seperti gitar. Namun nasibnya tidak bagus di pasaran. Anthony Jackson bersama Carl Thompson di tahun 1974 membuat Contrabass guitar (BEADGC). Kemudian Jackson dan Ken Smith  membawa desain ini ke pabrik Fodera  dan membuat Contrabass dengan ukuran yang lebih lebar. Inilah yang kemudian menjadi bass 6-string modern seperti sekarang kita kenal.
Bass fretless pertama diciptakan pada tahun 1965 olehAmpeg, dan pada tahun 1968 sebuah bass 8 string  diproduksi oleh Hagstroem.
Inovasi lain adalah Ned Steinberger memperkenalkan bass tanpa kepala pada tahun 1979. Pada tahun 1987, Guild Corporation Gitar meluncurkan bass fretless Ashbory. Bass ini menggunakan senar karet silikon dan pickup piezoelektrik untuk menghasilkan suara  �double bass�. Ukurannya sangat pendek, hanya 18 inci.
Selama bertahun-tahun, pickup juga ikut berevolusi. Selain pickup single coil, muncul juga beberapa jenis pickup lain seperti humbuckers, pickup hybrid, pickup pasif dan aktif. Penggunaan pickup aktif di bass dipelopori oleh Musicman Stingray di tahun 1976.
Teknik bermain bass elektrik modern pun berkembang pesat. Misalnya teknik slap and pop yang diciptakan oleh Larry Graham, kemudian dipopularkan oleh Louis Johnson. Penggunan plectrum (pick) dalam memetik senar untuk memberi tone yang tegas dan attack yang kuat. Teknik palm-muting untuk menciptakan kesan suara double bass. Two-handed tapping dan lain-lain.
Berikut timeline sejarah perkembangan bass dengan sumber utama dari Leo�s Bass Page (sudah ditutup):
  • 1490 : 6 & 7 string Bass Viola da Gamba from SilvestroGanassi � Venice, Italy
  • Late 1500's : First Double Bass from Gasparod�Salo � Italy
  • 1910 : Gibson builds for 20 years the Mando Bass (Acoustic Bass without amplification, 24? scale, 17 frets)
  • 1926 : First �Electric Upright� from Lloyd Loar
  • 1933 : Paul Tutmarc builds first amplified Bass guitar
  • 1935 :Audiovox Electric Bass Fiddle
  • 1936 :Rickenbacker Bedpost-Bass (something like a Electric Upright Bass)
  • 1939 :Serenader Bass from Paul Tutmarc
  • 1947 : Everett Hull builds a pick up for Double Basses (2 years later he founds AMPEG)
  • 1951 :Fender Precision Electric Bass from Leo Fender
  • 1952 : Kay Electric Bass
  • 1953 :Gibson EB-1 �Violin-Bass�, a short scale Bass (Gibson�s answer to the Precision)
  • 1953 :Hohner Fretless � Only 36 made it out before a fire destroyed the shop!
  • 1956 :Hofner�s 500/1 Bass (Beatles Bass)
  • 1957 : New Design for the Fender Precision
  • 1957 :Rickenbacker 4000 (THE Rickenbacker)
  • 1958 : EB-2 (Semi-Acoustic Bass)
  • 1959 : First 6 string Bass UB1 from Danelectro (Tuning: E A D G B E)
  • 1959 :Gibson EB-0 (First Les Paul Junior Styling, later SG like styling)
  • 1960 :Fender Jazz Bass
  • 1960 : Gibson EB-66 string Bass (Tuning: E A D G B E)
  • 1960 :Danelectro�s Longhorn Bass
  • 1962 :Fender VI (Tuning: E A D G B E)
  • 1962 : First active Bass BURNS TR2 built by English Guitar maker Jim Burns of London
  • 1963 :Gibson Thunderbird
  • 1964 :Fender V
  • 1965 : First fretless Bass Aubi from Ampeg
  • 1965 :Leo Fender sells his company to CBS
  • 1968 :Hagstroem 8 String Bass
  • 1969 : Dan Armstrong�s See-thru clear acrylic bass from Ampeg
  • 1970 :Alembic founded
  • 1975 :Carl Thompson builds Piccolo Bass for Stanley Clarke
  • 1976 :Music Man StingRay designed by Leo Fender
  • 1976 : Rocket Science meets Bass Guitars. Aerospace Engineer/Bass Player Geoff Gould of Modulus is inspired to develop the industry�s first Carbon Fiber necks.
  • 1977 :Rick Turner of Alembic, and Geoff Gould (above) present the first limited production (graphite neck) instruments at the National Association of Music Merchants convention.
  • 1978 :Hamer builds the first 12 string bass for Tom Petersson of Cheap Trick
  • 1978 :Carl Thompson builds the first 6 string fretless, later owned by Les Claypool
  • 1980 :Michael Tobias builds half-fretted bass (fretted to the 5th, then fretless) for Bob Greenlee
  • 1981 :Steinberger Bass and Status graphite bass were shown on Frankfurt Music Show
  • 1981 :Ken Smith builds the AJ6 � Anthony Jackson�s 6 string (B E A D G C)
  • 1983 :Ibanez MC 924 �half and half� (fretted to the 12th fret then fretless)
  • 1981?: Leo Fender starts G&L Guitars
  • 1987 : Guild Ashbory with 22? scale and Silicon strings
  • 1987 :Michael Tobias builds his first* custom 7 string bass for Garry Goodman
  • 1989 : Double neck Basses from Le Fay (Dutch site) and Jerry Jones
  • 1993? : Christopher Willcox, head of LightWave Systems, begins optical pickup development.
  • 1997? :Conklin builds first double neck 7 string bass
  • 1998 :Warrior guitars builds the worlds first 15 string bass, a triple 5-string tuned EeeAaaDddGggCcc, in a collaborative project with Jauqo III-X.
  • 2003 :Noguera YC Sub Bass � Designed and tuned one octave lower than normal (E � 20.6Hz)
  • 2004 : �Sub-Contra� Bass by Adler Guitar�s artist, Jauqo III-X (Tuned C#,F#,B, E � low to high)
  • 2004 : 11 String bass by Michael Adler. Uses the C#00 (17hz) string. First played and currently owned

Tuesday, February 17, 2015

BLACK COFFEE ICE ... REGGAE BAND FROM PALEMBANG, SOUTH SUMATERA

https://mblackcoffeeice.files.wordpress.com/2015/02/10450827_561859727283400_5248171908982986317_n.jpg 
Black Coffee Ice adalah Band Regaae yang berasal dari kota Palembang, band ini berdiri sejak 13 september 2010. Nama Black Coffee Ice terinspirasi dari kebiasaan mereka nongkrong pojok kantin kampus yang minuman wajibnya adalah kopi. Segelas kopi biasa dinikmati secara join, bahkan saat iseng mereka memasukkan bongkahan es batu kedalam kopi yang tinggal setengah gelas. Filosopi dari nama Black Coffee Ice adalah  Kopi hitam yang menghadirkan kehangatan, kebersamaan, pertemanan, serta rasa persaudaraan yang tinggi dan es yang mampu mendinginkan suasana saat keadaan sedang panas. Jadi Black coffee Ice adalah sebuah band yang diharapkan mampu mengendalikan situasi, memberikan kenyamanan, kehangatan, kebersamaan serta menjunjung rasa persaudaraan yang tinggi, baik diantara personilnya maupun dari pendengar musik mereka sendiri. Proses terbentuk nya band ini sangat panjang dan rumit, persis seperti serial sinetron yang ada di televisi (hehehe), di mulai dari pendaulatan personil hingga pengumpulan materi lagu serta bongkar pasang personil.
Di awal berdirinya band ini, ada tujuh orang personil yaitu Wala (Vokal), Raka (Guitar), Kapri Delvin (Guitar), Endi� (Bass),Beni (Keyboard), Aal (Perkusi) & Dadang (Drum). Pada awal berdirinya band ini, mereka hanya sekedar jadi band yang hanya ngumpul di kampus, studio dan jamming bareng temen-temen yang lain. Hal itu berlangsung hingga tahun 2012, hingga akhirnya diawal tahun 2012 mereka mendapatkan kesempatan untuk tampil di acara kampus. Pada saat itu sudah ada tambahan personil baru yaitu Senna yang mengisi di lead Guitar. Dalam penampilan perdana mereka di panggung besar inilah mulai membawa perubahan pada band ini. Mereka mulai mendapat tawaran untuk manggung diacara-acara yang ada dikota Palembang. Berbagai macam masalah pun sering mereka lalui, hingga bongkar pasang personilpun tak dapat dihindari untuk mempertahankan Band ini. Di tahun 2013 personil band ini sudah berubah Kecuali Wala, Raka, Endi & Beni. Posisi Gitar Lead telah diisi oleh Rian, Perkusi diisi oleh Alan dan Drum di mainkan oleh Heru. Posisi ini bertahan cukup lama, hingga akhirnya Heru sang drummer telah menyelesaikan kuliahnya dan harus pulang kampung karena suatu pekerjaan. Kegalauanpun terjadi bagi para personil Band ini, Akhirnya Alan sang pemain perkusi didaulat untuk menjadi Penggebuk drum, dan datanglah personil baru Destra Wiranata yang memainkan perkusi. Di pertengahan 2014, Beni yang memainkan Keyboard mengundurkan diri karena kesibukannya. Pencarian pemain Keyboard pun tak dapat dihindarkan, ditengah tingginya permintaan perform dari acara-acara yang ada. Mereka pun bertemu dengan Mas Eko yang basicnya merupakan Gitaris. Sampai akhir 2014 Posisi Personil Black Coffe Ice yaitu Wala (Vokal), Raka (Guitar), Rian (Guitar), Endi� (Bass), Eko (Keyboard), Alan (Drum) & Nata (Perkusi). Selama band ini mulai manggung di acara-acara yang ada, mereka selalu menyisihkan uang mereka untuk uang kas yang nantinya akan digunakan untuk modal masuk ke Studio Rekaman. Diakhir tahun 2014 mereka sepakat untuk mulai masuk ke studio rekaman. Bermodalkan uang yang didapat dari manggung di berbagai acara yang sebelumnya, materi lagu yang telah dikumpulkan oleh Raka yang merupakan Song Writer dari hampir keseluruhan lagu di band ini. Penggarapan musik sebenarnya telah dimulai dari awal tahun 2014, namun karena berbagai alasan, baru bisa mulai dikonsentrasikan di akhir tahun 2014. Pengggantian personil masih tak dapat dihindarkan karena di akhir tahun 2014 Mas Eko yang mengisi Keyboard pada band ini mengundurkan diri. Tak lama setelah itu Nata yang memainkan perkusi pun mengajukan diri untuk mundur dari barisan personil Black Coffee Ice. Ketika proses rekaman berlangsung, Mereka pun bertemu dengan Iwe sang Pemain Brass. Personil Black Coffe Ice yang terbaru Hingga saat ini yaitu Wala (Vokal), Raka (Guitar), Rian (Guitar), Endi� (Bass), Alan (Drum) & Iwe (Brass).

Thursday, July 17, 2014

KOLINTANG SEJARAH & PERKEMBANGANNYA

Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa (Sulawesi Utara) yang mempunyai bahan dasar yaitu kayu yang jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar).
 
 Kata Kolintang berasal dari bunyi : Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi) dan Tang (nada tengah). Dahulu Dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang: "Mari kita ber Tong Ting Tang" dengan ungkapan "Maimo Kumolintang" dan dari kebiasaan itulah muncul nama "KOLINTANG� untuk alat yang digunakan bermain.
 
Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk di tanah, dengan kedua kaki terbujur lurus kedepan. Dengan berjalannya waktu kedua kaki pemain diganti dengan dua batang pisang, atau kadang-kadang diganti dengan tali seperti arumba dari Jawa Barat. Sedangkan penggunaan peti sesonator dimulai sejak Pangeran Diponegoro berada di Minahasa (th.1830). Pada saat itu, konon peralatan gamelan dan gambang ikut dibawa oleh rombongannya.
 
Adapun pemakaian kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti dalam upacara-upacara ritual sehubungan dengan pemujaan arwah para leluhur. Itulah sebabnya dengan masuknya agama kristen di Minahasa, eksistensi kolintang demikian terdesak bahkan hampir menghilang sama sekali selama � 100th.
 
Sesudah Perang Dunia II, barulah kolintang muncul kembali yang dipelopori oleh Nelwan Katuuk (seorang yang menyusun nada kolintang menurut susunan nada musik universal). Pada mulanya hanya terdiri dari satu Melody dengan susunan nada diatonis, dengan jarak nada 2 oktaf, dan sebagai pengiring dipakai alat-alat "string" seperti gitar, ukulele dan stringbas.

 
Tahun 1954 kolintang sudah dibuat  2 � oktaf (masih diatonis). Pada tahun 1960 sudah mencapai 3 � oktaf dengan nada 1 kruis, naturel, dan 1 mol. Dasar nada masih terbatas pada tiga kunci (Naturel, 1 mol, dan 1 kruis) dengan jarak nada 4 � oktaf dari F s./d. C. Dan pengembangan musik kolintang tetap berlangsung baik kualitas alat, perluasan jarak nada, bentuk peti resonator (untuk memperbaiki suara), maupun penampilan.
 
Saat ini  Kolintang yang dibuat sudah mencapai 6 (enam) oktaf dengan chromatisch penuh.

 
Peralatan & CARA MEMAINKAN
 
Setiap alat memiliki nama yang lazim dikenal. Nama atau istilah peralatan Musik kolintang selain menggunakan bahasa tersebut diatas juga memiliki nama dengan menggunakan bahasa Minahasa, dan untuk disebut lengkap alat alat tersebut berjumlah 9 buah. Tetapi untuk kalangan professional, cukup 6 buah alat sudah dapat memainkan secara lengkap. Kelengkapan alat tersebut sebagai berikut:
 

 
B   -        Bas           =                   Loway
 
C   -        Cello         =                   Cella
 
T    -        Tenor  1    =                   Karua
 
      -        Tenor 2     =                   Karua rua
 
A   -        Alto 1        =                   Uner
 
      -        Alto 2                 =          Uner rua
 
U   -        Ukulele/Alto 3 =            Katelu      
 
M   -        Melody 1  =                   Ina esa
 
      -        Melody 2  =                   Ina rua
 
      -        Melody 3 =                   Ina taweng
 
                                
 

 
MELODY
 
Fungsi pembawa lagu, dapat disamakan dengan melody gitar, biola, xylophone, atau vibraphone. Hanya saja dikarenakan suaranya kurang panjang, maka pada nada yang dinginkan; harus ditahan dengan cara menggetarkan pemukulnya( rall). Biasanya menggunakan dua pemukul, maka salah satu melody pokok yang lain kombinasinya sama dengan orang menyanyi duet atau trio (jika memakai tiga pemukul). Bila ada dua melody, maka dapat digunakan bersama agar suaranya lebih kuat. Dengan begitu dapat mengimbangi pengiring (terutama untuk Set Lengkap) atau bisa juga dimainkan dengan cara memukul nada yang sama tetapi dengan oktaf yang berbeda. Atau salah satu melody memainkan pokok lagu, yang satunya lagi improvisasi.
 

 
CELLO
 
Bersama melody dapat disamakan dengan piano, yaitu; tangan kanan pada piano diganti dengan melody, tangan kiki pada piano diganti dengan cello. Tangan kiri pada cello memegang pemukul no.1 berfungsi sebagai bas, sedangkan tangan kanan berfungsi pengiring (pemukul no.2 dan no.3). Maka dari itu alat ini sering disebut dengan Contra Bas. Jika dimainkan pada fungsi cello pada orkes keroncong, akan lebih mudah bila memakai dua pemukul saja. Sebab fungsi pemukul no.2 dan no.3 sudah ada pada tenor maupun alto.
 

 
TENOR I & ALTO I
 
Keenam buah pemukul dapat disamakan dengan enam senar gitar.
 

 
ALTO II & BANJO
 
Sebagai ukulele dan "cuk" pada orkes keroncong.
 

 
ALTO III (UKULELE)
 
Pada kolintang, alat ini sebagai �cimbal�, karena bernada tinggi. Maka pemukul alto III akan lebih baik jika tidak berkaret asal dimainkan dengan halus agar tidak menutupi suara melody (lihat petunjuk pemakaian bass dan melody contra).
 

 
TENOR II (GITAR)
 
Sama dengan tenor I, untuk memperkuat pengiring bernada rendah.
 

 
BASS
 
Alat ini berukuran paling besar dan menghasilkan suara yang paling rendah.
 

 

 
SUSUNAN ALAT
 
Lengkap (9 pemain) :
 
Melody                  -           Depan tengah
 
Bass                     -           Belakang kiri
 
Cello                     -           Belakang kanan
 
Alat yang lain tergantung lebar panggung (2 atau 3 baris) dengan memperhatikan fungsi alat (Tenor & Alto).
 
 
NADA NADA DASAR
 
Nada nada dalam alat kolintang sebagai berikut:
 

 
C   =    1    3    5          Cm     =       1    2    5
 
D   =    2    4    6          Dm     =       2    4    6
 
E   =    3    5    7          Em     =       3    5    7
 
F    =    4    6    1          Fm      =       4    5    1
 
G   =    5    7    2          Gm     =       5    6    2
 
A   =    6    1    3          Am     =       6    1    3
 
B   =    7    2    4          Bm     =       7    2    4
 

 
Sedangkan chord lain, yang merupakan pengembangan dari chord tersebut diatas, seperti C7         =          1      3    5    6, artinya nada do diturunkan 1 nada maka menjadi le . Sehingga saat membunyikan 3 bilah  dan terdengar unsur bunyi nada ke 7 dalam chord C, maka chord tersebut menjadi chord C7. Demikian pula dengan chord yang lain.
 

 
CARA Memegang pemukul/ stick kolintang
 

 
Memegang Pemukul Kolintang, memang tidak memiliki ketentuan yang baku, tergantung dari kebiasaan dan kenyamanan tangan terhadap stik. Tetapi umumnya memegang stick kolintang dilakukan dengan cara :
 
No. 1 Selalu di tangan kiri
 
No. 2 Di tangan kanan (antara ibu jari dengan telunjuk)
 
No. 3 Di tangan kanan (antara jari tengah dengan jari manis) � agar pemukul no.2 dapat digerakkan dengan bebas mendekat dan menjauh dari no.3, sesuai dengan accord yang diinginkan. Dan cara memukul dan disesuaikan dengan ketukan dan irama yang diinginkan, dan setiap alat memiliki, ciri tertentu sesuai fungsi didalam mengiringi suatu lagu. Pada alat Bass dan alat Melody umumnya hanya menggunakan 2 stick, sehingga lebih mudah dan nyaman pada tangan.
 
( Nomor nomor tersebut diatas telah tertera disetiap pangkal pemukul stick masing masing alat kolintang)
 

 
Teknik Dasar memainkan stick pada bilah kolintang sesuai alat dan jenis irama
 

 
Dari sekian banyak irama dan juga lagu yang ada, beberapa lagu sebagai panduan untuk memainkan alat musik kolintang disertakan dalam materi ini. Seperti:
 
  • Sarinande                 
  • Lapapaja                   
  • Halo halo Bandung
  • Besame Mucho
 
Lagu lagu tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda baik chord dan irama. Lagu lagu tersebut telah dilengkapi dengan partitur serta chord/ accord untuk memudahkan memahami alat musik kolintang.
 

 
Demikian pula dengan teknik memukulkan stick pada bilah kolintang. Karena sesuai irama yang beraneka ragam, maka untuk menghasilkan irama tertentu maka teknik memukulkan stik pada tiap alat pun berbeda beda. Pada materi ini, diberikan teknik teknik dasar cara memukulkan stick pada kolintang. Untuk dapat memahami teknik, dibutuhkan pengetahuan akan harga dan jumlah ketukan dalam setiap bar nada. Dan berbekal pengetahuan dasar dasar bermain kolintang ini saja, ditambah dengan bakat individu, maka grup/ kelompok musik kolintang telah dapat memainkan berbagai jenis lagu dengan tingkat kesulitan yang variatif secara spontan.